Apakah anda pernah menawarkan sesuatu? kalau dengar kata menawarkan pasti 90% dari anda akan berfikir oh....sales, atau tenaga penjual. Sebetulnya dalam kehidupan sehari- hari baik kita seorang sales atau setingkat presiden pun pasti pernah yang namanya menawarkan. saya disini akan berbagi mengenai ilmu menawarkan yang bisa dipakai secara global dalam kehidupan sehari- hari jadi tidak hanya menawarkan suatu produk (sales)
Yang saya sampaikan ini adalah isi dari sebuah buku profitable ( www.buku-profitable.com ) karya Agus Salim, bagi yang mau melanjutkan membaca mari kita ucapkan Terimakasih yang sebanyak- banyak kepada Bpk. Agus Salim.
Dalam kehidupan sehari- hari pasti anda dipenuhi dengan penawaran- penawaran seperti ini:
- Anda menawarkan secangkir teh kepada teman anda
- Anda menawarkan kemampuan anda untuk bekerja disebuah perusahaan ( Melamar pekerjaan)
- Anda menawarkan ide ke atasan anda
- Anda menawarkan sebuah bisnis
- Anda menawarkan sebuah bisnis MLM
- Anda menawarkan kerjasama
- Anda menawarkan diri anda kepada lawan jenis
- Anda menawarkan apapun yang bisa anda jual ke orang lain
Berapa seringkah anda menawarkan sesuatu dan berujung penolakan?
Bagaimana meminimalisir resiko untuk ditolak? di sini akan dijelaskan bagaimana trik- trik menawarkan yang hampir tidak mungkin di tolak. Trik -trik ini berasal dari para master yang berpengalaman puluhan tahun, silakan disimak:
Prinsip tidak setuju Big-Al
Baiklah, Kita mulai dari seorang master bisnis network marketing (bisa kita sebut MLM) yang sudah berpengalaman lebih dari 31 tahun. Tom Schreiter, adalah salah satu trainer terbaik dengan pengalaman yang luas disegala jenis industri network marketing.
Salah satu rahasia terbaik dari Tom ini adalah "Big Al" atau "Prinsip Tidak Setuju - Big Al"
Prinsip Tidak Setuju - Big Al akan menjadi pernyataan bebas penolakan untuk penawaran sesuatu kepada orang lain.
Simak kata- kata dibawah ini
"Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda"
kalimat diatas benar- benar berhubungan dengan prinsip ini, jadi apapun yang anda tawarka tergantung kesan pertama orang tersebut kepada anda.
dari sini kita mendapatkan kuncinya, yaitu "Kuncinya ada pada pertanyaan awal anda !"
Jadi kalau kuncinya pada pertanyaan awal anda maka anda harus menyusun kata yang tepat untuk memulai bertanya. maka mereka akan bersama anda dan akan mencari alasan untuk setuju dengan anda. Begitu pula sebaliknya, jika pertanyaan awal anda kurang tepat sebaik apapun pretasi dan sebanyak apapun pengetahuan anda itu tidak akan berhasil. Jadi kita harus berhasil di pertanyaan awal untuk menarik perhatian, dan kita akan mendapatkan pendengar.
Oke, sekarang kita masuk proses pembuatan pertanyaan bebas penolakan dalam sebuah percakapan. dan inilaha prinsip Big-Al tersebut:
mari mulai konsentrasi penuh sekarang....
Normalnya untuk mengambil sebuah kontrol percakapan seseorang akan berusaha tidak setuju. Dengan kata lain tidak ada percakapan tanpa ketidaksetujun. karena setiap orang setuju dengan apa yang anda ucapkan tetntunya akan menjadi sangat garrring....dan dunia ini nakan menjadi sangat membosankan....
perhatikan contoh berikut:
bayangkan saya "wahyu" adalah teman anda dan kita sedang duduk berhadapan.
Anda mengajukan pertnyaan ke saya
anda: " Hey wahyu..., pekerjaanmu itu jelek dan sangat tidak bagus, kamu perlu kesempatan hebat dengan bisnis saya ".
Sekarang untuk mengambil alih percakapan tersebut saya harus tidak setuju dengan anda dan saya akan tetap mempertahankan bahwa peekerjaan saya bagus, lalu jawaban saya pasti seperti ini:
saya: " Tidak juga, pekerjaan saya sangat bagus, saya tetap digaji walau saya sakit dirumah, dan saya bisa libur di hari sabtu dan minggu".
atau
saya: " Saya memang tidak mendapatkan gaji banyak dari pekerjaan saya, tapi saya masih bisa beli motor dan bayar pajak".
Dan itu kedengarannya saya mencintai pekerjaan saya bukan? jawabannya "YA"
Denagan pertanyaan anda seperti diatas maka anda tidak akan pernah berhasil. lalu bagaimana agar anda tetap mendapatkan control percakapan??? terapkanlah prinsip "Tidak setuju Big- Al" contoh sbb:
anda: " Hey wahyu..., pekerjaanmu sangat bagus, kamu tetap digaji walaupun tidak masuk atau sakit dan dengan pekerjaanmu kamu bisa membeli sepeda motor ".
dan sekarang agar saya bisa berpartisipasi saya harus tidak setuju.
dan saya akan mengatakan seperti ini:
Saya: " Tidak, pekerjaan saya tidak begitu bagus. Memang dengan pekerjaan saya sekarang saya sudah cukup untuk hidup, tetapi saya tidak punya aggaran untuk liburan dan beli mobil. Saya berharap dapat kesempatan yang lebih baik".
Sekarang bagaimana? Apakah kedengaran seperti orang yang mencintai pekerjaannya? Jawabannya " TiDAK"
Dan apakah seperti seseorang yang ingin mendapatkan kesempatan? "YA"
Jika penawaran anda baik, saya akan setuju dengan anda atau minimal penawaran bisnis anda tidak akan saya tolak mentah- mentah.
Dua contoh yang sama pada orang yang sama tetapi itu akan menetukan apakah saya akan menjadi pendengar penawaran bisnis anda atau tidak.
Jika kita menguasai teknik diatas, maka kita dapat membuat penawaran apapun dengan bebas penolakan.
Oke dari pelajaran diatas maka kita simpulkan bahwa hampir setiap orang pasti ingin tidak setuju. dan yang harus anda lakukan adalah membayangkan jawaban apa yang anda inginkan dari mereka. Maka anda akan dengan mudah menyusun pertanyaan. tentu saja dengan banyak latihan dan kembangkan terus prinsip ini saya yakin anda sangat mampu.
Kata- kata Magis Meminimalisir resiko Penolakan
Dikutip dari buku "Tested Sentences That Sells", Karya Elmer Whller kuncinya adalah dengan "menanyakan pertanyaan yang tepat".
Misalnya anda pemilik bengkel dan mau menawarkan motor seorang pelanggan untuk ganti oli:
contoh pertanyaan berikut adalah yang kurang benar:
"boleh saya cek oli anda?" pertanyaan ini akan sangat tidak berguna dan akan lebih gampang di jawab dengan "tidak"
pertanyaan terbaik menurut wheller " Apakah oli anda dalam level aman untuk kendaraan?" pertanyaan ini berhasil 58% tiap kali dipakai.
Berikut contoh- contoh pertanyaan yang di temukan oleh Wheller yang sering di ucapkan waiter:
"Apakah anda mau memesan wine merah atau wine putih bersama makan malam anda?" dengan pertanyaan tersebut dapat menggandakan penjualan wine di restoran tersebut.
Atau pertanyaan ya ng sering kita dengar dari pelayan. "mau yang kecil atau besar?" pertanyaan ini lebih mudah di jawab " saya ambil yang kecil saja" ubah pertanyaan menjadi "mau yang besar satu?" terbukti 7 dari 10 orang mengatakan "Ya".
jadi intinya anda harus pandai membuat pertanyaan yang tepat sehingga orang lain akan setuju dengan apa yang anda tawarkan.
Dua element hebat yang ditemukan Wheller:
- Tanyakan pertanyaan yang menembus pertentangan mental lawan bicara anda yaitu pertanyaan yang jangan sampai lawan bicara anda mengatakan "So what gitu loh". Contoh: Apakah anda peduli dengan kelangsungan garansi laptop yang anda beli? jika ya.....makalah belilah yang garansi resmi untuk kelangsungan garansi laptop anda.
- Mengemas kata pertanyaan yang berisi pilihan antara sesuatu dengan sesuatu. contoh: mau flasdisk yang 8GB atau 16GB?, Mau minum teh atau minum kopi?, mau yang besar atau yang kecil?, mau makan atau mau ngemil?. Paling tidak dengan pertanyaan tersebut penawaran kita akan di terima salah satu.
Oke para pembaca silakan di kembangkan sendiri. Saya tau anda sangatlah kreatif.
Bayangkan jawaban yang anda inginkan, Buat pertanyaan yang TEPAT, dan anda bisa mengurangi resiko penolakan.
Terimakasih